Aplikasi Konsep Fitrah - Ruqyah Learning Center Indonesia

Go to content

Main menu:

Aplikasi Konsep Fitrah

Materi > Fitrah
APLIKASI KONSEP FITRAH JIWA DALAM RUQYAH SYARIYYAH


         Dalam pengertian yang sederhana, istilah fitrah sering dimakanai suci dan potensi. Secara bahasa, fithrah artinya al-khilqah yaitu keadaan asal ketika seorang manusia diciptakan oleh Allah.  
          Dalam Al-Quran kata fitrah disebutkan sebanyak 20 kali, terdapat dalam 17 surah dan dalam 19 ayat, muncul dengan berbagai bentuknya. Ada dalam bentuk fi’l mâdhi, fi’l mudhâri’, ism fâ’il, ism maf’ûl dan ism mashdar. Dalam bentuk fi’l mâdhi sebanyak 9 kali, dimana fitrah berarti menciptakan, menjadikan. Kemudian dalam bentuk fi’l mudhâri’sebanyak 2 kali, yang berarti pecah, terbelah. Dalam bentuk ism fâ’il sebanyak 6 kali yang berarti menciptakan, yang menjadikan. Dalam bentuk ism maf’ûl sebanyak 1 kali yang berarti pecah, terbelah. Dan dalam bentuk ism mashdar sebanyak 2 kali yang berarti tidak seimbang.  
          Dari 20 kali penyebutan kata fitrah ini hanya satu ayat yang menunjukkan bentuk fitrah secara jelas, yaitu dalam Surah Al-Rûm ayat 30.   
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”  
          Menurut sebagian mufasir, kata fithrah Allâh berarti kecenderungan dan kesediaan manusia terhadap agama yang haq. Sebab, fitrah manusia diciptakan Allah Subkhanahu wa ta’aala. Untuk cenderung pada tauhid dan dîn al-Islâm sehingga manusia tidak bisa menolak dan mengingkarinya.
          Sebagian mufassir lainnya seperti Mujahid, Qatadah, Ibnu Abbas, AHurairah, dan Ibnu Syihab memakanainya dengan islam dan Tauhid. Ditafsirkannya fitrah dengan Islam karena untuk fitrah itulah manusia diciptakan.
Ruqyah Learning Center
Jl. Gunung Ijen Gang 2 No.2 Tompokersan
Lumajang - Jawa Timur, INDONESIA
Back to content | Back to main menu