Ruqyah Dengan Mengendalikan Diri Atau Syetan Akan Mengendalikan Kita - Blog - Ruqyah Learning Center Indonesia

Go to content

Main menu:

Ruqyah Dengan Mengendalikan Diri Atau Syetan Akan Mengendalikan Kita

Ruqyah Learning Center Indonesia
Published by in Kajian Fitrah ·
Tags: Fitrah
Ibnu Katsir menjelaskan Surah Al Isra 26-28. Firman Allah Swt.:
{وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا}
"dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (harta kalian) secara boros." (Al-Isra: 26)
Setelah perintah untuk memberi nafkah, Allah melarang bersikap berlebih-lebihan dalam memberi nafkah (membelanjakan harta), tetapi yang dianjurkan ialah pertengahan. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:
{وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا}
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir." (Al-Furqan: 67).
Ayat ayat diatas secara tekstual sdg membicarakan harta. tp mungkin bukan itu penekanannya. tp penekanan pembahasan di ayat tsb adalah SIKAP BERLEBIHAN, TIDAK BISA MENGENDALIKAN DIRI. dan jalan keluarnya adalah Sikap Pertengahan. Ibnu Katsir melanjutkan,
Kemudian Allah Swt. berfirman untuk menanamkan rasa antipati terhadap sikap pemborosan dan berlebih-lebihan:
{إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ}
"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan". (Al-Isra: 27)
      Yakni tindakan mereka serupa dengan sepak terjang setan, ibnu Mas'ud mengatakan bahwa istilah tab'zir berarti membelanjakan harta bukan pada jalan yang benar. Hal yang sama dikatakan oleh ibnu Abbas. Ini soal sikap. Ini tentang kemampuan mengendalikan diri dalam bertindak. Alloh mengajarkan pd kita Sifat pertengahan, tidak lemah tp juga tidak berlebihan. Tetapi persoalannya adalah bersikap pertengahan, adil dan jernih bukan soal mudah. Sangat terkait dg pemahaman, dan kemampuan mengendalikan diri. Melebihi dari kadar kebutuhan adalah berlebihan, hal ini akan berujung pada keburukan. dan ini yg diinginkan syaithan atas diri kita. Mereka cukup menggiring kita pd sikap berlebihan ini, maka efek buruk pasti akan terjadi.
      Jika kita tidak mengendalikan diri kita maka syetan lah yang akan mengendalikan kemana langkah kita. Makan itu boleh, tp berlebihan akan merusak. Berpakaian indah boleh, tp berlebihan akan menjebak kita pada tabarruj. Marah boleh, tp jika tidak pada tempatnya maka akan menyisakan luka dan permusuhan. Kecewa pada pasangan mungkin tidak bisa dihindari, tapi berlebihan dan larut, akan membuat kita tidak bisa bersyukur dan melihat kebaikannya. Kecewa karena cita cita tidak tercapai wajar, tp larut dalam kekecewaan akan mmbuat hilang syukur dan tawakkal pd Takdir.
Kesedihan boleh, tetapi larut dalam kesedihan akan membuat tubuh dan hidup melemah. Syetan mengerti tentang hal ini, Maka dia dorong kita berbuat berlebihan, tabdzir, ghuluw dll, setelah itu keburukan akan dengan sendirinya menghampiri kita. Alloh mencintai sikap pertengahan. Nabi pernah 'memarahi' org yg berlebihan dlm ibadah hingga mengabaikn hak hak yg lain. firman Allah Ta’âlâ:
(وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً)
“Demikianlah kami menjadikan kalian sebagai umat yang bersikap pertengahan, agar kalian bisa menjadi saksi atas manusia, dan agar Rasul menjadi saksi atas kalian.” [Al-Baqarah: 143]
Para ulama tafsir berkata, “Pertengahan maksudnya adalah adil lagi terbaik”. Apa kaitan tema ini dg gangguan jin dan ruqyah? Banyak orang bertanya bagaimana mengenali gangguan dlm dirinya. Ayat diatas adalah salah satu jawabnnya. Kenalilah sisi berlebihan dalam diri.
Lalu perbaiki. Karena sisi berlebihan itu adalah 'pintu' bagi jin. Sekaligus, berlebihan adalah langkah syetan agar kita semakin jauh dari kebaikan dan lahir keburukan baru.
Bagaimana teknis mengenali sisi berlebihan tsb?
a. Pahami bagaimana Al Qur'an dan Sunnah menjelaskan sikap2 yg sedang kita teliti. demikian juga pendapat para ulama. sikap melebihi dari penjelasan Al Qur'an dan Sunnah serta penjelasan Ulama adalah sikap berlebihan.
b. Kenali kadar kebutuhan dalam bersikap dan merespon sesuatu. sikap melebihi kadar kebutuhan adalah berlebihan
c. Kenali mudhorot dan manfaat. Sikap yg membawa mudhorot adalah berlebihan
d. Kenali skala prioritas dalam segala hal. Salah menempatkan prioritas juga termasuk berlebihan.
e. Tempatkan segala sesuatu pada porsinya. tidak menempatkan sesuai porsi juga trmasuk berlebihan.
Setelah Sisi Pertengahan ditemukan :
a. Pegang baik baik sisi pertengahan itu, lalu _vonislah_ dalam diri bhw sisi lain adalah keburukan dan ulah syetan.
b. Istighfar dan berlindung
c. Ulang beberapa kali point b.
Selamat mencoba
Wallohua'lam.
Nadhif - RLC


No comments

Ruqyah Learning Center
Jl. Gunung Ijen Gang 2 No.2 Tompokersan
Lumajang - Jawa Timur, INDONESIA
Back to content | Back to main menu