Kaidah Ruqyah - Ruqyah Learning Center Indonesia

Go to content

Main menu:

Kaidah Ruqyah

Materi > Fitrah
Kaidah dalam Ruqyah


:قال إبن حجر رحمه الله نقلاً عن الإمام النواوي رحمه الله تعالى: أجمع العلمآء على جواز الرقى عند اجتماع ثلاثة شروط
أن تكون بكلام الله أو بأسمآئه وصفاته (والأدعية النبويّة
أن تكون باللسان العربي، أو يعرف معناه من غيره
أن يعتقد أن الرقية لا تؤثر بذاتها بل بذات الله تعالى
Dalam Fathul Bari:10/206, Ibnu Hajar mengutip pendapat Imam Nawawi rahimahullah :  “Ijma’ Ulama sepakat bahwa boleh melakukan ruqyah dengan memenuhi 3 syarat” :
1. Hendaklah dilakukakan dengan kalamullah atau Asma’ dan sifatNya.
2. Hendaklah dengan bahasa arab atau bahasa lain yang dimengerti (yang tidak mengandung kesyirikan).
3. Berkeyakinan bahwa bukanlah pelaksanaan ruqyah itu semata-mata yang memberi pengaruh tetapi Allah Subkhanahu wa ta’aala yang memberikannya. (Taisir al-Aziz al-Hamid Syarh Kitab St-Tauhid:167)
Kaidah Bagi Terapis
Syaikh Abu Al Barra’ dalam Mausu’ahnya  menjelaskan, ada beberapa kaidah penting yang harus diperhatikan oleh peruqyah, Antara lain:
1. Peruqyah harus mengikhlaskan niat dan beramal hanya untuk Allah
Hendaknya peruqyah memiliki keikhlasan untuk menjadikan amalanya semata-mata karena Allah. Selaras dengan anjuran syariat. Syaikh Hafidz Hakami menjelaskan bahwa Ikhlas adalah memurnikan amalan dengan niat yang murni dan bersih dari segala noda kesyirikan. ( Ma’arijul Qulub 423/2)
2. Memusatkan perhatiannya dalam menanamkan akidah yang benar
Peruqyah dituntut menjelaskan tentang akidah dan tauhid yang benar kepada pasien. Menguatkan keyakinan pasien dan menuntunnya serta memotivasi

Ruqyah Learning Center
Jl. Gunung Ijen Gang 2 No.2 Tompokersan
Lumajang - Jawa Timur, INDONESIA
Back to content | Back to main menu