Mengenal Ruqyah - Ruqyah Learning Center Indonesia

Go to content

Main menu:

Mengenal Ruqyah

Materi > Fitrah
MEMAHAMI RUQYAH

         Manusia dalam mempertahankan hidupnya (survive) atau dalam persaingannya membutuhkan jaminan dan dukungan keamanan, kekuatan, perlindungan, jaminan rejeki (baca:  ekonomi), kesehatan, kepandaian, kewibawaan/daya pengaruh dan sebagainya. Segala cara dan upaya dilakukan untuk memperoleh hal itu. Terlebih jika sedang membutuhkan solusi mendesak, maka apapun dapat dilakukannya demi mempertahankan dan memenangkan persaingannya tersebut.
         Diantara cara yang ditempuh oleh manusia untuk memperoleh jaminan dan dukungan itu adalah dengan mengandalkan jalan gaib baik dalam bentuk sesuatu yang dibaca (kan), dituliskan (kan), berupa benda yang dibawa/dipakai/ disimpan, laku ritual tertentu, yang dimakan/diminum, olah nafas/ gerak tertentu dan sebagainya. Semua itu terkait erat dengan bentuk-bentuk pengembangan berikutnya dari aktivitas yang berhubungan dengan ruqyah.
         Ruqyah atau mantera (jawa :  suwuk, jopa-japu) sudah ada sejak sebelum Rasulullah ﷺ diutus. Keberadaannya dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Hanya saja islam melarang setiap hal yang mendatangkan kerugian dan kesesatan, sekalipun hal itu dibutuhkan. Islam menggantikan setiap kebutuhan yang dilarang itu dengan sesuatu yang halal yang lebih baik dan menjamin kebahagiaan hidup selamanya. Mantera-mantera (Ruqyah) untuk perlindungan atau penyembuhan, baik yang jelas ke-syirikannya maupun yang samar-samar  adalah suatu yang dilarang, sekalipun seolah-olah mendatangkan hasil. Dalam sebuah riwayat shohih diberitakan,
عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قـال: كُنَّا نَرْقِي فِى الْجَـاهِلِيَّةِ، فَقُلْنـَا يـَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى بِذلِكَ؟  فَقَالَ: أَعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَـأْسَ بِالرُّقْيَةِ مَالَمْ تَكُنْ شِرْكـاً .رواه مسلم
        Dari sahabat ‘Auf bin Malik ra dia berkata :  Kami dahulu meruqyah di masa Jahiliyyah, maka kami bertanya :  “Ya Rasulullah, bagaimana menurut pendapatmu ?” Beliau menjawab:  “Tunjukkan padaku Ruqyah (mantera) kalian itu. Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan”.
Ruqyah Learning Center
Jl. Gunung Ijen Gang 2 No.2 Tompokersan
Lumajang - Jawa Timur, INDONESIA
Back to content | Back to main menu